PUPR Lhokseumawe Laksanakan Rapat PCM dan MC-0 Pekerjaan Hunian Tetap

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe bersama pihak terkait melaksanakan Pre Construction Meeting (PCM) dan perhitungan Mutual Check Awal (MC-0) untuk memastikan kesiapan teknis pelaksanaan proyek Pembangunan Hunian Tetap Relokasi Terpusat dan PSU Pendukung Kota Lhokseumawe 01 (HNTP26-LHOKSEUMAWE-01).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan persiapan pelaksanaan pekerjaan untuk menyamakan persepsi terkait rencana kerja, kondisi awal lapangan, volume pekerjaan, spesifikasi teknis, serta kesiapan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Bapak Furqan, S.T., M.S.M.

Proyek strategis ini didanai melalui APBN 2026 di bawah payung Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Sumatera I. Berikut adalah rincian penting terkait proyek hunian tetap (Huntap) tersebut:

- Tujuan Proyek: Menyediakan tempat tinggal layak bagi warga penyintas bencana banjir akhir November 2025 yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal.

- Nilai Kontrak Pelaksanaan: Sebesar Rp15.220.489.000 dari nilai pagu/HPS awal sekitar Rp17,75 miliar.

- Kontraktor Pelaksana: Dikerjakan oleh PT Sarjis Agung Indrajaya.

- Jumlah & Lokasi Pembangunan: Total 66 unit rumah tipe 36 dengan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Lokasi pembangunan dibagi menjadi dua titik lahan milik Pemko Lhokseumawe yang sudah berstatus clean and clear:
- 56 unit di Desa Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu.
- 10 unit di Desa Cot Mamplam, Kecamatan Muara Dua.

- Fasilitas PSU Pendukung: Kawasan relokasi ini akan dilengkapi dengan jalan lingkungan, drainase, penerangan kawasan, jaringan air bersih, hingga balai warga.

Tahapan PCM dan MC-0 ini merupakan langkah krusial untuk menyamakan persepsi gambar kerja, metode pelaksanaan di lapangan, serta menghitung kembali volume kebutuhan aktual sebelum mobilisasi fisik dimulai, guna mengejar target penyelesaian konstruksi pada 31 Desember 2026.

Melalui pelaksanaan PCM dan MC-0 ini, diharapkan pekerjaan dapat dilaksanakan secara terencana, tepat mutu, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan teknis, sehingga mendukung terwujudnya hunian tetap yang layak dan infrastruktur pendukung bagi masyarakat Kota Lhokseumawe.