Rapat Dengar Pendapat Mengenai Dana Bantuan yang di Prioritaskan di PUPR, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan Realisasi Bantuan Bencana (BPBD)
Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas realisasi dana bantuan di lingkungan Dinas PUPR dan BPBD Kota Lhokseumawe difokuskan pada program perbaikan rumah pascabencana dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Penyaluran bantuan ditargetkan tepat sasaran sesuai tingkat kerusakan bangunan di empat kecamatan terdampak. Pemko Lhokseumawe bersama Dinas PUPR dan BPBD mengelola bantuan dana stimulan dari BNPB untuk korban banjir dan tanah longsor. Tahap Validasi Dari total 1.341 calon penerima, sebanyak 1.279 unit rumah dinyatakan berhak menerima bantuan, sementara 62 unit dicoret karena tidak memenuhi kriteria.
- Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS): Komisi V DPR mendorong percepatan program BSPS (bedah rumah) untuk mengurangi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dana BSPS disalurkan langsung kepada penerima dengan alokasi Rp20 juta per unit (Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah tukang). Dewan juga menekankan agar program ini tidak dipungut biaya dan pengawasan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan diperketat.
- Realisasi Bantuan Bencana (BPBD/BNPB): Pembahasan terkait realisasi dana difokuskan pada rekonstruksi dan rehabilitasi infrastruktur serta hunian warga terdampak bencana. DPR menyoroti pentingnya sinkronisasi data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi/kabupaten dan BNPB untuk memastikan dana stimulan dan hunian pascabencana segera diterima dan dibangun bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
- Prioritas Anggaran PUPR lainnya: Selain BSPS, Komisi V secara rutin menagih progres realisasi program padat karya lainnya, seperti penyediaan air minum, sanitasi, dan infrastruktur sumber daya air guna menciptakan ketahanan pangan dan air nasional.
Rapat ini memfokuskan pengawasan pada percepatan penyaluran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan realisasi anggaran penanggulangan pascabencana bersama mitra terkait seperti BNPB agar tepat sasaran.
