Lumpur masih menempel tebal di halaman dan lorong SMP dan SMA di Muara Batu, Desa Keude Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Bekas banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas belajar-mengajar itu belum sepenuhnya hilang. Namun pagi itu, harapan mulai tumbuh seiring derak roda gerobak dan langkah-langkah kaki yang tak kenal lelah.Perlengkapan sekolah
Di bawah terik matahari, terlihat Kadis PUPR Kota Lhokseumawe berbaju biru tampak mendorong gerobak berisi lumpur basah. Wajahnya serius, keringat bercampur tanah. Ia bukan warga sekitar, melainkan bagian dari ratusan relawan yang dikerahkan Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk membantu pemulihan pascabanjir.
Atas instruksi langsung Wali Kota Lhokseumawe, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe mengerahkan sekitar 100 relawan peduli bencana ke lokasi terdampak, Sabtu (3/1/2025). Mereka bahu-membahu membersihkan sisa lumpur yang menggenangi lingkungan sekolah.
Gerobak sorong, cangkul, dan sekop menjadi “senjata”utama. Sebagian relawan mengeruk lumpur, sebagian lainnya mengangkut dan membuangnya ke titik pembuangan sementara. Tak ada sekat jabatan semua larut dalam kerja kemanusiaan.
Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, ST., MT., mengatakan pengerahan relawan ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dan kepedulian terhadap daerah yang terdampak banjir, salahsatunya fasilitas pendidikan.
“Iya, ada 100 personel PNS yang kita berangkatkan dari PUPR ke Muara Batu,” ujar Said Bachtiar di sela kegiatan.
Menurutnya, sekolah menjadi prioritas karena menyangkut aktivitas belajar siswa. Dengan pembersihan yang cepat, diharapkan proses pendidikan dapat segera kembali normal.
Bagi para relawan, lumpur bukan sekadar sisa banjir. Ia adalah tantangan yang harus disingkirkan bersama, simbol kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak.
Setiap dorongan gerobak dan ayunan sekop adalah bukti bahwa di tengah bencana, solidaritas tetap hidup.
Hiri itu, SMP dan SMA di Muara Batu tak hanya dibersihkan dari lumpur, tetapi juga dipenuhi semangat gotong royong semangat yang selalu menjadi fondasi saat bencana datang menguji.
