Keadaan Waduk Lhokseumawe saat terlihat Tanpa Keramba

Lhokseumawe | Wajah Waduk Reservoir Kota Lhokseumawe tampak berubah drastis. Fasilitas yang terletak antara Gampong Pusong dan Gampong Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, itu dulunya kurang tertata, kini justru terasa lengang, bahkan hampir asing bagi mata yang terbiasa melihatnya dipenuhi keramba.Informasi Modus Aceh Hal itu terjadi tentu bukan tanpa sebab. Ratusan keramba ilegal yang selama bertahun-tahun menancap permukaan waduk itu akhirnya hilang. Riak air yang dulu terpotong-potong kini terbuka lepas, menyisakan pemandangan yang lebih bersih, meski masih tampak beberapa keramba kecil milik petani yang bertahan di sudut-sudut tertentu. Pemandangan pun berubah total, saat matahari menyengat Kota Lhokseumawe, siluet Masjid Islamic, ikon kota petro dolar itu justru tampak semakin menonjol dari jalur waduk. Bersihnya bentang air membuat lanskap terlihat lebih rapi, lebih hidup, dan untuk pertama kalinya dalam waktu lama lebih layak dipandang. Dulu, hasil kamera para pengunjung kerap terganggu oleh kayu-kayu dan struktur keramba yang mencuat tak beraturan. Kini, gangguan visual itu perlahan hilang. Waduk seperti mendapatkan kembali wajah aslinya. Kabarnya, pemerintah Kota Lhokseumawe diketahui telah merekomendasikan agar aktivitas keramba warga dipindahkan ke luar area waduk. Penilaian pemerintah, perairan di luar waduk dinilai lebih layak untuk budidaya ikan, serta dianggap tidak terkontaminasi bahan berbahaya yang berpotensi mengganggu kualitas hasil perikanan. Namun, perubahan ini belum sepenuhnya selesai. Pantauan wartawan MODUSACEH.CO, Senin (20/4/2026), menunjukkan aktivitas alat berat jenis excavator yang masih sibuk mengeruk sedimentasi di pinggiran waduk. Aktifitas mesin keruk tersebut menjadi tanda bahwa proses penataan belum benar-benar rampung.Informasi Modus Aceh Di balik itu, beredar kabar pemerintah setempat tengah menyiapkan rencana pembangunan jogging track di sisi waduk. Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abu Bakar, saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp, mengaku perubahan tersebut justru memantik energi baru dalam dirinya untuk terus membenahi kota. “Saya lebih bersemangat untuk membenahi Kota Lhokseumawe menjadi kota yg indah dan tentunya ke depan waduk juga akan ditata secara komprehensif dan sustainable,” ujarnya kepada MODUSACEH.CO, Selasa (21/4/2026). Tak sekadar soal estetika, penataan waduk merupakan bagian dari visi besar pemerintah kota. Ia menegaskan bahwa perubahan ini bukan kebetulan, melainkan langkah awal dari arah kebijakan yang lebih luas. “Ini adalah bentuk dan wujud dari visi misi yang pertama untuk pengendalian banjir dan penataan kawasan pesisir,” lanjutnya. Namun, di balik wajah baru waduk, ada cerita lain yang tak dapat diabaikan, Yakni para petani keramba yang selama ini menggantungkan hidup di sana. Pemerintah, kata Sayuti, tidak menutup mata. Pendekatan yang dilakukan, bersifat humanis dan sudah dimulai sejak jauh hari. “Kami sudah melakukan pendekatan yang humanis dengan melakukan sosialisasi dari setahun yg lalu dan kita telah menawarkan solusi tempat keramba yang baru dan kita juga akan melobi kementrian KkP agar petani keramba tersebut mendapatkan bantuan ke depannya,” jelasnya. Tak hanya itu, rencana pengerukan Krueng Cunda dari muara juga disebut menjadi bagian dari solusi jangka panjang. “Krueng Cunda dari muara akan dilakukan pengerukan yang anggarannya Rp10 M (anggaran Provinsi) yang nantinya bisa digunakan untuk petani keramba,” tambahnya. Di tengah perubahan ini, isu pembangunan jogging track pun mencuat. Sayuti tak menampik rencana tersebut, namun menegaskan semuanya masih dalam tahap kajian. “Lagi dilakukan kajian, sehingga nanti kebijakan yang diambil tepat dan saya juga akan melakukan lobi ke kementrian, agar nantinya bisa dibantu anggaran untuk penataan kawasan waduk bisa terwujud dengan sempurna dan bisa dinikmati oleh warga Lhokseumawe, karena waduk itu adalah milih seluruh warga Lhokseumawe,” katanya. Jadi, ke mana arah waduk ini ke depan? Apakah akan dijadikan destinasi wisata atau tetap sebagai ruang santai warga? Jawabannya masih sama, menunggu kajian! “Lagi proses kajian sehingga kebijakannya bisa lebih tepat, untuk saat ini waduk bisa berjalan sesuai fungsinya,” ujarnya.

Sumber : https://modusaceh.co/news/potret-waduk-lhokseumawe-tanpa-keramba/index.html